Kementerian Agama RI.

Institut Agama Islam Negeri Ambon

Jalan Dr. H. Tarmizi Taher - Kebun Cengkeh - Batu Merah Atas
Ambon - Maluku - Indonesia


    Kepala BWS Provinsi Maluku, Haryono Utomo, mengawali sambutannya, menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada IAIN Ambon, yang telah menjadi tuan rumah untuk peringatan Hari Air se-Dunia ke-26 tahun.
    Menurut dia, momentum peringatan Hari Air se-Dunia, tidak hanya dimaknai sebagai agenda serimonial semata, tapi, jauh dari itu, dalam rangka melakukan penyelamatan dan perlindungan terhadap sumber-sumber air bersih, yang menjadi kebutuhan vital masyarakat, namun, kian hari mengalami pengesutan atau pengeringan. Pengesutan air bersih ini, tidak lain karena adanya penabangan dan pembakaran lahan yang tidak disertai dengan program penanaman atau penghijauan kembali terhadap lahan. Selain itu, terus terjadi perluasan lahan untuk pembangunan pemukiman warga, yang berdampak terhadap rusaknya ekosistem perkembangan produksi air bersih.
    Sebab itu, dalam momentum penting ini, dapat kembali diingat secara bersama, bahwa harus ada kesadaran secara bersama-sama dari seluruh masyarakat di Maluku pada umumnya, dan Kota Ambon khususnya, agar tidak menjadikan sumber-sumber air bersih, seperti bantaran sungai, sebagai tempat pembuangan sampah. Sama halnya, bahwa dalam pembangunan rumah warga yang berada di area bantaran sungai, harus lebih memprioritaskan perlindungan terhadap sungai. Di mana, warga yang membangun rumah di area bantaran sungai, tidak kemudian menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah. Faktanya, bahwa kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah di bantaran sungai masih jauh dari harapan bersama. Sebab itu, lewat momentum peringatan Hari Air se-Dunia ini, dapat mengingatkan seluruh masyarakat, agar dapat bersama-sama melindungi sumber air, yang menjadi salah satu kebutuhan utama kehidupan manusia. Kalau tidak dilindungi sejak dini, maka 10 tahun ke depan, anak cucu masyarakat di Maluku, akan mengalami krisis air bersih, terutama bagi masyarakat yang ada di Kota Ambon.
    Seperti diketahui, Kota Ambon selain kecil, juga merupakan kota dengan jumlah penduduk terbesar di Provinsi Maluku. Sebab itu, kalau tidak ada perlindungan sumber-sumber air dari sekarang, maka harapan hidup masyarakat ke depan untuk kebutuhan air bersih, akan berkurang dan bahkan boleh jadi, akan habis, ingat, Haryono.
    Sebelumnya, Rektor IAIN Ambon, Dr. Hasbollah Toisuta, M.Ag, juga sama menyampaikan terima kasih kepada pihak BWS Maluku, yang sudah memilih IAIN Ambon sebagai tuan rumah, sekaligus melibatkan mahasiswa IAIN Ambon dalam program penghijauan dan pembersihan sungai di area kampus.
    Rektor mengakui, telah berkoordinasi dengan Dewan Mahasiswa (Dema) IAIN Ambon, dan unit kegiatan mahasiswa internal, terutama Mahasiswa Pecinta Alam IAIN Ambon (Mahipala) untuk bekerjasama dengan BWS Maluku, dalam rangka memusatkan perayaan Hari Air se-Dunia ini, di area kampus hijau tersebut. Di mana, kata dia, leterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini sangat penting, untuk merangsang mereka sebagai generasi muda, sehingga ke depan, para mahasiswa terus memiliki jiwa dan semangat baik untuk melakukan penghijauan maupun melindungi lingkungan, yang bersih, asrih dan hijau. "Partisipasi pihak kampus telah diarahkan untuk terlibat dalam pembersihan sungai. Kita juga melibatkan para mahasiswa pecinta alam di lingkup IAIN Ambon, dalam kegiatan melindungi lingkungan, dalam rangka memperingati Hari Air se-Dunia yang jatuh pada hari ini," kata Rektor.
    Sebab itu, ia berharap, kegiatan pembersihan lingkungan tidak terbatas pada kegiatan serimonial saja, tapi, keberlanjutan terkait kepedulian terhadap masalah lingkungan perlu dilakukan secara kontinyu. "Atas nama civitas akademika IAIN Ambon, kami menyambut baik dan berterimakasih atas terpilihnya kampus hijau IAIN Ambon sebagai tempat peringatan Hari Air se-Dunia di Maluku. Kami bersyukur juga karena dalam rangkaian kegiatan ini, nanti selama satu bulan, kampus hijau ini sudah mulai diadakan pembersihan sungai dan juga dilakukan penghijauan," kata Rektor. (***)