Kementerian Agama RI.

Institut Agama Islam Negeri Ambon

Jalan Dr. H. Tarmizi Taher - Kebun Cengkeh - Batu Merah Atas
Ambon - Maluku - Indonesia


    Para mahasiswa ini akan berada di lokasi Kukerta selama kurang lebih dua bulan ke depan. Mereka ditempatkan selain di Kota Ambon dan Kabupaten Maluku Tengah, juga di Saumlaki, Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB). Para peserta yang menempati daerah Saumlaki berjumlah kurang lebih 10 orang, yang merupakan peserta Kukerta Nusantara.
    Rektor IAIN Ambon, Dr. Hasbollah Toisuta, dalam sambutannya menyatakan, para mahasiswa ini akan menjadi perwakilan kampus IAIN Ambon di masyarakat. Sebab itu, mereka kiranya harus tampil dengan sikap sebagai seorang mahasiswa, bukan sebagai masyarakat biasa. Sebagai mahasiswa, mereka harus mampu memediasi berbagai masalah yang ada di lingkungan masyarakat, dengan terus mengodvokasi masalah-masalah yang dihadapi masyarakat, kemudian ditelaah dan dijadikan sebagai bahan untuk dikaji secara ilmiah bersama-sama, lalu dibuatkan solusi penanganannya.
    Dijelaskan Rektor, para mahasiswa yang lolos menjadi peserta Kukerta sudah melewati tahapan seleksi baca dan tulis al-Quran, yang dilakukan langsung oleh Ma'had al-Jamiah, dan sudah melewati prosedur administrasi akademik di masing-masing fakultas. Sebab, salah satu ciri dari mahasiswa IAIN Ambon itu, mampu membaca al-Quran dengan baik. Selain mampu membaca al-Quran dengan baik, mahasiswa IAIN Ambon juga dapat memimpin shalat berjamaah ketika diminta. Sebabnya, Rektor mewajibkan kepada para mahasiswa yang hendak ikut dalam program Kukerta, sudah lebih dulu lulus seleksi dari Ma'had agar kelak di masyarakat, mereka dapat menjadi pendamping kepada masyarakat, baik dalam pendidikan al-Quran maupun menjadi imam saat diminta dalam shalat berjamaah. "Selalu dalam pertemuan para Rektor, pak Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin, selalu menegaskan bahwa, tidak boleh ada mahasiswa PTKIN yang ikut dalam program KKN tidak tahu atau belum bisa ngaji. Jadi, wajib hukumnya ngaji dulu, baru bisa KKN. Maka, ini menjadi tanggungjawab kita. " tegas Rektor.
    Rektor menekankan, para peserta Kukerta saat berada di lokasi, mampu memberikan pemahaman kepada masyarakat, tentang Islam yang memberikan rahmat bagi alam semesta. "Islam yang pemberi rahmat bagi semesta. Pemberi rahmat bagi nilai kamanusiaan yang universal, yang kita sebut sebagai Islam wasatiyah. Islam moderat. Dan, tidak berada pada Islam yang ekstrim." Kukerta dengan tema, 'Memantapkan nilai-nilai keislaman, kecendekiawan, dan kebangsaan bersama masyarakat', ini, harus menjadi contoh di masyarakat. Sebab itu, para mahasiswa kiranya mampu membawa diri dengan mengutamakan pendidikan berkarakter selama melaksanakan program-program Kukerta. Kata Rektor, hal ini telah menjadi tageline di lingkup pendidikan Islam, adalah, bagaimana nilai-nilai moderasi Islam. Bagaimana menempatkan Islam dalam konteks kebangsaan. "Keislaman kita, kecendekiawan, dan kebangsaan kita, yang berkorelasi dengan keberagamaan kita, yang sering disebut oleh Menteri Agama RI, kalau sejatinya orang punya pemahaman keislaman yang bagus, maka kebangsaannya juga harus bagus," pesan Rektor.
    Sementara itu, Ketua LP2M IAIN Ambon, Dr. Ismail Tuanany, berharap, agar para mahasiswa yang merupakan peserta Kukerta ini, mampu mengimplementasi konsep atau pengetahuan yang diperoleh di kelas. Sehingga, ilmu yang dimiliki, tidak sekadar menara gading, tapi, langsung diimplementasi dalam kehidupan bermasyarakat. "Apalagi, IAIN Ambon merupakan perguruan tinggi yang keilmuannya menggarap hal-hal yang seirama dengan nilai-nilai keislaman di masyarakat, sehingga nilai-nilai spritual dan kebangsaan, tetap menjadi keutamaan dalam kehidupan masyarakat dalam bingkai kenegaraan. Baik Ketua LP2M maupun Rektor IAIN Ambon, sama-sama berharap kepada para mahasiswa ini, selain nanti mampu menjalankan program-program Kukerta, tapi, para mahasiswa ini juga dapat menjadi icon kepada kampus IAIN Ambon, untuk mensosialisasikan penerimaan mahasiswa baru kepada masyarakat, seiring sudah dibukanya penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2018.
    Sebelumnya, Ketua Panitia, Dr Mohammad Rahamyantel, melaporkan, Kukerta ini hanya diikuti oleh mahasiswa dari Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam, serta mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Dakwah. Kukerta ini dibagi menjadi dua, yakni, Kukerta Reguler, bagi peserta yang menempati lokasi di Pulau Ambon, dan Kukerta Nusantara, bagi peserta yang menempati lokasi di Saumlaki. Peserta dari Fakultas Syariah berjumlah 65 orang, dan 93 orang dari Fakultas Ushuluddin dan Dakwah. Kukerta akan berlangsung dari tanggal 29 Maret 2018, dan berakhir pada tanggal 29 Mei 2018. Sebagai Ketua Pengabdian kepada Masyarakat, Dr. Mohammad Rahamyantel, berharap, agar para mahasiswa serius dalam mengikuti kegiatan ini, sebab, pada akhirnya akan ada peserta yang lulus, dan tidak lulus. Peserta yang lulus, adalah yang mengikuti semua proses Kukerta, sebaliknya yang tidak lulus, yang jarang berada di lokasi Kukerta, dan tidak mengikuti semua proses ini. (***)